Minggu, 10 April 2011

Jatuh miskin di Saham Komoditi (2)

Naahh, ini lanjutan dari kisah stressku gara-gara uang habis di saham komoditi.

Menjelang melahirkan, aku berusaha menangkan diri.
Jujur, dulu nggak kenal tuh sholat 5 waktu. Sholat palingan seminggu 4 kali.
Tapi gara-gara bokek abis, dituduh menggelapkan uang orang, mau melahirkan pula,
orang gila kalau belum tobat juga minta pertolongan Allah.

Tiappppp malem nangis sambil tahajudan.
Doanya bukan minta keselamatan bayi, tapi minta uangku dan uang orang2 yang hilang itu
digantikan bertubi-tubi, berlipat2, terus-menerus, nggak putus, dan langgeng. Ituuuu terus yang didoain. Sambil sesenggukan. Sambil merintih. Nggak dibuat2.
Merintih beneran saking perihnya ni keadaan, udah miskin dituduh penipu pula.

Tapi ya, beneran deh, aku melihat suamiku tu nggak ada beban.
Nggak pernah ngomongin sedikitpun bagaimana hidup kedepan dengan uang hanya 2 juta di tabungan. Seperti biasa aja. Seperti uangnya masih banyak. Suami yang malah sibuk menghibur-hibur dirikuh.

Tiba deh ni ya, ngelahirin.
Bookinglah tuh rumah sakit International Bintaro kamar 3.
Dengan kelahiran sesar aku dibantu dokter Azen Salim dan memilih hari Maulid Nabi.
Ceritanya biar bagus gitu. Lahiran pas Maulid Nabi.
Tapi ya Allahhhhhhh.... Kami baru tahu kalau hari libur melahirkan cesar tuh semua biaya naik 30%. Gubraaaaakk.
Dari dokter kandungan yang kudunya libur, tapi jadinya masuk deh.
Dokter anastesi yang kudunya libur, eee..kudu masuk juga.
Ruang operasi yang kudunya libur nggak dipake...ehhh kepake, jadinya kudu naik!
Ya Amppunnnnn....kagettt setengah matiiii.
Paniklah yaaa kami berdua.

Alhamdulillahnya, aku baru tau semua biaya2 nih jadi naik setelah ngelahirin,
coba kalau satu jam sebelum operasi, pastinya stress tingkat tinggi dan bisa2 tuh suntikan kebal nggak mempan.

ALhamdulillah, biar kata malu, tapi keluarga nolong...
huaaaaaaaaaaaaaaa...
mamaku, ayahnya suami dan beberapa keluarga bantu kasih-kasih uang buat persalinan.
Ya Allahhhhhh.....Alhamdulillah pertolongan mereka sungguh berarti.

Bayiku Aqila Shokofa Rizki lahir dengan panjang 48 berat 2.8 kg.
Setiap malam di rumah sakit, karena tidak ada yang menemani aku,
itu setiaaaaapp malam pasti kuisi dengan menangis.
ASI juga akhirnya nggak keluar-keluar.
Hari ketiga diijinkan pulang. Nebeng di rumah mama.
Hari ke empat subuh-subuh jam 2 pagi aku ngerasain telapak tangan kiriku gatal.
Sempat berfikir alhamdulillah mau dapat rejeki.
Tapi sampai siang, gatal ilang gatal ilang gitu aja terus....
Pagi-pagi buta sekitar jam 2 nya,
aku sudah nggak tahan dengan gatal2 di telapak tangan yang kian menjadi,
akhirnya di bawa ke UGD rumah sakit Pondok Indah. Disuntik Alergi. Ngantuk.
Pulang tidur. Lumayan bisa tidur nonstop 5 jam. Sudah bermalam-malam aku nggak bisa tidur.

Malamnya telapak tanganku ini dua-duanya gatal lagi.
AKu menggaruknya sambil menggosok-gosok si telapak tangan...sambil nangis.
Bisa bayangin ya...
persis kaya orang gila.
Gosok-gosok tangan sambil nangis.
Nanti si mama, suami, kakak adik semuanya pada ngerubungin sambil ngelus punggungku.
Aduuuhhh makin digituin mah aku makin nangiiiiiiiiisss..
Jam 2 pagi nggak tahan dengan gatalnya tangan ini, aku dilarikan ke UGD bintaro International.

Diperiksa, suamiku ditanya-tanyai karena aku sama sekali nggak bersuara, cuma nangis sambil terus aja gagaro. Tau nggak gagaro? gagaro itu bahasa sunda, artinya Garuk-garuk :)
Lalu si dokter bilang: Ibu, ibu ini stress! Apa yang dijadiin stress? Punya baby kok stress.
Aku nggak jawab, cuma terus gagaro. Lalu disuntik. 30 menit kemudian aku tidur.
Masih di rumah sakit. 2 jam kemudian aku pulang. Dikasih obat. Tiap minum obat aku tidur.
Gatal hilang karena efek tidur. Tapi akibatnya aku mulai jarang kasih ASI.

Sadar kalau gatal-gatalku karena stress, aku menghindari obat, kasian bayiku nggak minum-minum ASI. Aku berusaha untuk Happy. Tapi sejarahku setiap melahirkan memang selalu baby blues. Selalu sedih, nangis, lonely, mau mati, nggak berguna, dan merasa punya banyak beban. Waktu lahiran anak pertama juga seperti itu. Selama 3 bulan!
Tapi sekarang diperburuk dengan keadaan keuangan sehingga yang lahiran ke dua ini ditambah gatal-gatal.

Temans, tau nggak...
suamiku tidak boleh pulang malam. Jam 4 sudah harus bersamaku. Sehingga belio pun pasti ngabur dari kantor.
Aku tidak pernah bisa tidur malam hari hingga siang hari. Jadwal tidurku ya pas suami pulang itu. Dimana? Di mobil! Suami keliling tol semanggi muterin gatot subroto dan saya tidur! cukup 2 jam! ehhhh, dua jam lama yaaaakkk buat keliling2...hehehehe.

Padahal aku dibantu suster. Suster ini yang mengasuh anak pertamaku dulu.
Semua sudah dia yang urus bayiku. Aku istilahnya mah tinggal istirahat kalau mau.
Tapi ya itu, pegang bayi nggak bisa, akunya nangis terus, tapi tidur juga nggak bisa.

Masuk bulan ke dua aku disarankan teman ke dokter akupuntur, Dokter Diana di Tomang.
Lumayan, aku bisa tidur enak. Dan ternyata orang stress itu obatnya tidur ya...setelah enak tidur berhari-hari aku lumayan bisa makan, nggak ngerasain gatal-gatal lagi, dan jadwal menangisnya berkurang. Kalau sebelumnya seharian, sekarang cuma malam aja :D
Alhamdulillah

ini foto syokofa usia dua bulanan lebih. Aku sudah bisa senyum. Aku dan suami sama-sama kurus. Lihat deh keningnya syokofa, di tengahnya jendol memangjang sebesar kelingking anak-anak. Kesian yah, ikut mikir kali waktu di kandungan :(


Syokofa lahirnya kecil. Cuma 2.8 kg secara emaknya cuma naik 5 kilogran saat hamil. Tapi sepertinya dia bales dendam...minum susunya banyak. Kasian bayi gue nih, cuma dapat ASI 2 bulan karena efek stress dan obatmASIku nggak banyak.


Ada cerita yang ngeneeeeeess banget di saat aku habis melahirkan belum 40 hari.
Saking nggak tahannya nggak punya uang, aku minta kerjaan sama sahabatku wiwi yang
kerja punya posisi di Indovision saat itu. Sebenernya wiwi udah bilang sabar dulu, kan punya bayi. Aku sambil nangis sesenggukan kekeuh minta kerjaan. Akhirnya dipanggillah interview.

Tau nggak temans,
Namanya orang abis di sesar, belum 40 hari,
perut 7 lapis abis dibelek, pastinya belum kering lukanya,
sakit banget dipakai jalan. tapi karena mau interview dan aku harus pakai high heels,
maka aku telanlah ponstan satu biji plus obat penghilang rasa sakit aku masukkan lewat belakang. Ibuku cuma bisa prihatin. Suami juga nggak bisa nahan. Pokoknya nggak ada yang bisa nahan deh. Namanya orang lagi sakit jiwa. Nangis melulu. Jadi mau ngapain ya udah dibiarin aja yang penting bisa bikin aku seneng, kali gitu mikirnya.

Ya Allah, sampai sana, aku dinterview, posisiku downgrade banget.
Yang tadinya manager di Hotel, di situ aku cuma jadi sales executive.
gajinya? 1.8 juta!! Gubrakkkkk...
otakku masih waras. Ngapain gaji segitu di ambil.

Masuk bulan ke enam, aku sudah totally hilang stressnya. Aku bisa ketawa-ketawa lagi.
Lalu wiwi yang nawarin aku di Indovision itu, pindah kerja ke Oriflame dan nawarin aku kerja disana.

Datang ke ORiflame bulungan. Mulai diinterview dengan berbagai macam orang.
Ketika 3 jam berlalu, tibalah aku di Interview oleh calon bossku sendiri.
Lalu dia bertanya:
- Anak berapa mut?
- Satu pak
- Umur berapa?
- Umur 5 tahun, pak.

Ya Allah, aku dosaaaaa...syokofa nggak aku akui keberadaannya saking aku takuuuutt calon bossku nggak terima aku yang masih punya baby usia 6 bulan.
Allah Akbar, ini ASI yang udah nggak pernah ngucur, tiba2 keluar ngebasahin baju.
Paniiiiikkk. Karena takut calon bossku ngeliat jadi aku tutupin pake rambut panjangku.

Setelah di tanya minta gaji berapa dan aku jawab 4 juta, nggak lama kemudian interview kelar. Katanya mau dikabarin kapan aku bisa masuk. Lohh, berarti aku keterima dooongg?

Tapi sehari, dua hari, sebulan, dua bulan, sampai tiga bulan aku follow up terus ini aku keterima apa nggak sih...tapi jawabannya ngambang. Katanya nanti dikabarin.

Aku balik lagi ngelamar ke HOtel. Walaupun sebenernya udah nggak tertarik kerja di hotel, tapi aku benar-benar butuh uang. Aku ngelamar di Hotel Park Lane, nggak keterima. Di Grand Melia nggak keterima.

Ya sudah, aku buka kantor desain dan fotografi. Kebetulan aku suka desain dan bisa corel draw.
ALhamdulillah desainku di pakai hotel Peninsula untuk buat brosur-brosurnya, di pakai Pertamina untuk flyer perpustakannya dan beberapa perusahaan besar karena ditolong suami dan teman.

Lalu aku melobi seorang teman yang bekerja dengan posisi okedi pabrik Jaket Kulit terbesar di Indonesia yang berada di Tangerang. Aku mulai dapat order cetakan barcode dan hang tag dalam jumlah puluhan ribu. Wowww...Rejekiku mengalir deraaaaassss.

Karena ngirit2, aku cuma bisa meng-hire satu sekretaris untuk admin dan jaga kantorku di rumah suami di benhil. Office boy atau kurir aku nggak punya, Alhasil kalau ngantar barang cetakan, aku yang anter sendiri kalau mitra kerjaku di percetakan nggak bisa antar. Walaupun itu jarang terjadi, tapi aku pernah angkat2 cetakan sendiri. Dari mobil, turunin ke gudang di pabrik. Ambil lagi di mobil, masukin lagi ke gudang di pabrik. Alhamdulillah sekarang terlatih deh angkat-angkat katalog Oriflame sampai 100 buku. HUeheheheheheh...

Lagi asyik-asyiknya dengan kantor sendiri, tiba2 dapat telepon dari Oriflame.
Laaahh, ini Oriflame nanya: masih tertarik nggak gabung di Oriflame sebagai Key Account Manager? padahal interview itu sudah setahun berlalu. Tapi aku langsung bilang: Ya, tertarik.
Gajinya dinaikin dari yang aku minta. Jadi 4,6 juta. GImana dengan perusahaanku?
Tadinya mikirnya aku mau mau ambil 2 pintu rejeki. Tapi Ternyata Allah punya maksud lain.
4 bulan aku di Oriflame, pabrik jaket kulit terbesar itu tutup dan pindah ke china.
ALhamdulillah aku sudah punya kerjaan.

Begitulah mantreman cerita daku si Double Diamond ini....
dulunya mah bukan siapa-siapa...
tapi karena terus berdoa dan memaksa mata ini melihat segala bentuk peluang,
sehingga di sinilah aku sekarang berada.

Jadi, kalau ada diantara yang baca blogku ini sekarang masih kere bin bokek,
tekuni Oriflame, sebuah bisnis yang anti membuatmu bangkrut dan stress,
Ikuti setiap pentunjuk yang diberikan, ikuti setiap pertemuan yang disarankan.
Kerja kerasa di sini tidak akan sia-sia...
2 tahun itu tidak lah lama...dan dua tahun itu bisa membuatmu punya penghasilan 30 juta setiap bulannya. Sebuah penghasilan yang bisa membuatmu dan keluarga sejahtera!

Saat ini, dengan penghasilanku yang nyaris 85juta setiap bulannya,
aku memang memanjakan anak-anak dan ibuku karena mereka layak mendapatkannya.

Syokofa beberapa bulan lalu saat kami menginap di hotel borobudur.. ceria, nggak pernah sedih, nyanyi terus. Walaupun senang tidur dari hotel ke hotel, syokofa anak yang bisa diajak prihatin, mungkin kebiasaan waktu diperut kali ya...hahahahha

Mudah-mudahan apa yang aku ceritakan di atas bisa diambil bagusnya ya...
Yokk kerja keras dan doa yang terus menerus, karena ternyata nasib itu bisa dirubah kok!

See you at the TOP!

6 comments:

  1. witri mariantiApr 14, 2011 01:37 AM

    Duuh Mbak Thia, dirimu memang a GREAT LEADER and Motivator , Alhamdulillah ya Mbak Thia, daku berada di jaringan mu, kenalkan ya mbak Witri anaknya Mbak Dini Shanti , yg selalu rajin menguntit twitter , fb dan blog mu ini, terus ya mbak menulis dan memberi kita inspirasi

    mwah

    BalasHapus
  2. Ya Alloh Mba..tulisannya menginspriasi sekali..semoga kehamilan yg sekarang sll sehat dan gak baby blues lagi ya...kan dah kaya mba..hihi....

    BalasHapus
  3. ya Alloh mba, terenyuh banget aku baca ceritanya sampe ngembeng gini..thanks for sharing yaa...aku gak pernah nyangka klo mbak thia my eyang uyut pernah ngalamin masa2 sulit juga ya.makasih ya mbak thia udah mengispirasi aku dari acara Oriflame pertamaku 7 May 2009 sampe saat ini, alhamdulillah sedikit demi sedikit mimpi2 keluarga kami mulai terwujud love you full eyang uyut muaaach!

    BalasHapus
  4. Mampir nich...
    menarik sekali blog anda, dan saya sangat suka..
    Salam....
    oh ya ada sedikit info nich tentang jasa ekspedisi dan kayu jabon. Semoga bermanfaat...

    BalasHapus
  5. aihh nenek uyut... slalu menginspirasi..:-)..

    BalasHapus
  6. mama kerennnnnnnn tapi aku kayaknya kasian banget dehhh ini shokofa

    BalasHapus